Minggu, 10 Agustus 2014

Semangat

Bismillahirrohmanirrohim…
"Teruslah bergerak, hingga keLELAHan itu LELAH mengikutimu. Teruslah berlari, hingga keB0SANan itu BOSAN mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keLETIHan itu LETIH bersamamu. Teruslah bertahan, hingga keSIA-SIAan itu SIA-SIA menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga keLESUan itu LESU menemanimu. Tetaplah berjuang, hingga keGAGALan itu GAGAL menghampirimu. Dan tetaplah bersemangat, hingga keMALASan itu MALAS mendekatimu lagi"..

Kata-kata diatas tak asing lagi bagi setiap kader. Kata-kata penyemangat, dikala kefuturan menghampiri. Futur, setiap orang pasti pernah merasakannya. Suatu episode dimana terdapat penurunan ruhiyah yang dirasakan bagi setiap orang. Kalau sudah demikian maka harus segera di upgrade biar tak jauh terpelosok ke dalam. Maka dari itu perlu beberapa ikhtiar yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kembali kondisi ruhiyah.

Sedikit ingin berbagi mengulas kembali taujih yang pernah diberikan. Dikala kefuturan menghampirimu, maka ada banyak cara yang dapat kita lakukan. Diantaranya:

Murokobatulloh (yakin bahwa Alloh selalu mengawasi kita)
Mu'ahadah (berjanji pada diri kita bahwa kita tak akan melakukannya lagi)
Mujahadah (bersunguh-sungguhlah terhadap apa yang telah kita komitmenkan)
Mu'aqobah (siap membuat hukuman pada diri sendiri)

Ditulis saat 2 pekan tak bertemu sahabat inspiratif@lahat city edisi liburan


from : http://anitayulian.blogspot.com/2013/02/edisi-semangat.html

Sabtu, 09 Agustus 2014

Kiat-kiat menggapai keluarga sakinah

Merajut Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rohmah

Kebahagiaan dimulai dari keluarga kita....

Kiat-kiat menggapai keluarga sakinah 

1. Menurut hadis Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada empat (idza aradallohu bi ahli baitin khoiran dst);
(a) memiliki kecenderungan kepada agama,
(b) yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda,
(c) sederhana dalam belanja,
(d) santun dalam bergaul dan
(e) selalu introspeksi.
Dalam hadis Nabi juga disebutkan bahwa: “ empat hal akan menjadi faktor yang mendatangkan kebahagiaan keluarga (arba`un min sa`adat al mar’i), yakni
(a) suami / isteri yang setia (saleh/salehah),
(b) anak-anak yang berbakti,
(c) lingkungan sosial yang sehat .
(d) dekat rizkinya.”

2. Hubungan antara suami isteri harus atas dasar saling membutuhkan, seperti pakaian dan yang memakainya (hunna libasun lakum wa antum libasun lahunna, Q/2:187). Fungsi pakaian ada tiga, yaitu
(a) menutup aurat,
(b) melindungi diri dari panas dingin,
(c) perhiasan. Suami terhadap isteri dan sebaliknya harus menfungsikan diri dalam tiga hal tersebut.

Jika isteri mempunyai suatu kekurangan, suami tidak menceriterakan kepada orang lain, begitu juga sebaliknya. Jika isteri sakit, suami segera mencari obat atau membawa ke dokter, begitu juga sebaliknya. Isteri harus selalu tampil membanggakan suami, suami juga harus tampil membanggakan isteri, jangan terbalik jika saat keluar rumah istri atau suami tampil menarik agar dilihat orang banyak. Sedangkan giliran ada dirumah suami atau istri berpakaian seadanya, tidak menarik, awut-awutan, sehingga pasangannya tidak menaruh simpati sedikitpun padanya. Suami istri saling menjaga penampilan pada masing-masing pasangannya.

3. Suami isteri dalam bergaul memperhatikan hal-hal yang secara sosial dianggap patut (ma`ruf), tidak asal benar dan hak, Wa`a syiruhunna bil ma`ruf (Q/4:19). Besarnya mahar, nafkah, cara bergaul dan sebagainya harus memperhatikan nilai-nilai ma`ruf. Hal ini terutama harus diperhatikan oleh suami isteri yang berasal dari kultur yang menyolok perbedaannya.

4. Suami istri secara tulus menjalankan masing-masing kewajibannya dengan didasari keyakinan bahwa menjalankan kewajiban itu merupakan perintah Allah SWT yang dalam menjalankannya harus tulus ikhlas. Suami menjaga hak istri dan istri menjaga hak-hak suami. Dari sini muncul saling menghargai, mempercayai, setia dan keduanya terjalin kerjasama untuk mencapai kebaikan didunia ini sebanyak-banyaknya melalui ikatan rumah tangga. Suami menunaikan kewajiabannya sebagai suami karema mengharap ridha Allah. Dengan menjalankan kewajiban inilah suami berharap agar amalnya menjadi berpahala disisi Allah SWT. Sedangkan istri, menunaikan kewajiban sebagai istri seperti melayani suami, mendidik anak-anak, dan lain sebagainya juga berniat semata-mata karena Allah SWT. Kewajiban yang dilakukannya itu diyakini sebagai perinta Allah, tidak memandang karena cintanya kepada suami semata, tetapi di balik itu dia niat agar mendapatkan pahala di sisi Allah melalui pengorbanan dia dengan menjalankan kewajibannya sebagai istri.

5. Semua anggota keluarganya seperti anak-anaknya, isrti dan suaminya beriman dan bertaqwa kepada Allah dan rasul-Nya (shaleh-shalehah). Artinya hukum-hukum Allah dan agama Allah terimplementasi dalam pergaulan rumah tangganya.

6. Rizkinya selalu bersih dari yang diharamkan Allah SWT. Penghasilan suami sebagai tonggak berdirinya keluarga itu selalu menjaga rizki yang halal. Suami menjaga agar anak dan istrinya tidak berpakaian, makan, bertempat tinggal, memakai kendaraan, dan semua pemenuhan kebutuhan dari harta haram. Dia berjuang untuk mendapatkan rizki halal saja.

7. Anggota keluarga selalu ridha terhadap anugrah Allah SWT yang diberikan kepada mereka. Jika diberi lebih mereka bersyukur dan berbagi dengan fakir miskin. Jika kekurangan mereka sabar dan terus berikhtiar. Mereka keluarga yang selalu berusaha untuk memperbaiki semua aspek kehidupan mereka dengan wajib menuntut ilmu-ilmu agama Allah SWT.

Bagaimana mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah itu?
Untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah perlu melalui proses yang panjang dan pengorbanan yang besar, di antaranya:

1. Pilih pasangan yang shaleh atau shalehah yang taat menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasulullah SWT.

2. Pilihlah pasangan dengan mengutamakan keimanan dan ketaqwaannya dari pada kecantikannya, kekayaannya, kedudukannya.

3. Pilihlah pasangan keturunan keluarga yang terjaga kehormatan dan nasabnya.

4. Niatkan saat menikah untuk beribadah kepada Allah SWT dan untuk menghidari hubungan yang dilaran Allah SWT

5. Suami berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami dengan dorongan iman, cinta, dan ibadah. Seperti memberi nafkah, memberi keamanan, memberikan didikan islami pada anak istrinya, memberikan sandang pangan, papan yang halal, menjadi pemimpin keluarga yang mampu mengajak anggota keluaganya menuju ridha Allah dan surga -Nya serta dapat menyelamatkan anggota keluarganya dario siksa api neraka.

6. Istri berusaha menjalankan kewajibann ya sebagai istri dengan dorongan ibadah dan berharap ridha Allah semata. Seperti melayani suami, mendidik putra-putrinya tentan agama islam dan ilmu pengetahuan, mendidik mereka dengan akhlak yang mulia, menjaga kehormatan keluarga, memelihara harta suaminya, dan membahagiakan suaminya.

7. Suami istri saling mengenali kekurangan dan kelebihan pasangannya, saling menghargai, merasa saling membutuhkan dan melengkapi, menghormati, mencintai, saling mempercai kesetiaan masing-masing, saling keterbukaan dengan merajut komunikasi yang intens.

8. Berkomitmen menempuh perjalanan rumah tangga untuk selalu bersama dalam mengarungi badai dan gelombang kehidupan.

9. Suami mengajak anak dan istrinya untuk shalat berjamaah atau ibadah bersama-sama, seperti suami mengajak anak istrinya bersedekah pada fakir miskin, dengan tujuan suami mendidik anaknya agar gemar bersedekah, mendidik istrinya agar lebih banyak bersukur kepada Allah SWT, berzikir bersama-sama, mengajak anak istri membaca al-qur’an, berziarah qubur, menuntut ilmu bersama, bertamasya untuk melihat keagungan ciptaan Allah SWT. Dan lain-lain.

10.Suami istri selalu meomoh kepada Allah agar diberikan keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah.

11. Suami secara berkala mengajak istri dan anaknya melakukan instropeksi diri untuk melakukan perbaikan dimasa yang akan datang. Misalkan, suami istri, dan anak-anaknya saling meminta maaf pada anggota keluarga itu pada setiap hari kamis malam jum’at. Tujuannya hubungan masing-masing keluarga menjadi harmonis, terbuka, plong, tanpa beban kesalahan pada pasangannnya, dan untuk menjaga kesetiaan masing-masing anggota keluarga.

12. Saat menghadapi musibah dan kesusahan, selalu mengadakan musyawarah keluarga. Dan ketika terjadi perselisihan, maka anggota keluarga cepat-cepat memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan nafsu amarahnya.

Wallahualam

Rabu, 23 April 2014

Biar Kuncupnya Mekar Jadi Bunga

Ternyata obrolan kita tentang cinta belum selesai. Saya telah menyatakan sebelumnya betapa penting peranan kata itu dalam mengekspresikan kata cinta. Tapi itu bukan satu-satunya bentuk ekspresi cinta.

Cinta merupakan sebentuk emosi manusiawi. Karena itu ia bersifat fluktuatif naik turun mengikuti semua anasir di dalam dan di luar di diri manusia yang mempengaruhinya. Itulah sebabnya saya juga mengatakan, mempertahankan dan merawat rasa cinta sesungguhnya jauh lebih sulit dari sekedar menumbuhkannya. Jadi obrolan kita belum selesai. Walaupun begitu, saya juga tidak merasakan adanya urgensi utk menjawab pertanyaan ini : apa itu cinta ? Itu terlalu filosofis.

Saya lebih suka menjawab pertanyaan ini : bagaimana seharusnya anda mencintai ? pertanyaan ini melekat erat dalam kehidupan individu kita. Cinta itu bunga; bunga yang tumbuh mekar dalam taman hati kita. Taman itu adalah kebenaran. Apa yg dengan kuat menumbuhkan, mengembangkan, dan memekarkan bunga-bunga adalah air dan matahari.

Minggu, 23 Februari 2014

8 Etos Penggerak Gairah Kerja

Hidup hanya menyediakan dua pilihan: mencintai pekerjaan atau mengeluh setiap hari. Jika
tidak bisa mencintai pekerjaan, maka kita hanya akan memperoleh “5-ng”: ngeluh, ngedumel,
ngegosip, ngomel, dan ngeyel.
Punya masalah dengan semangat kerja? Jangan gundah gulana, Anda tidak sendirian. Banyak
orang lain yang punya problem serupa. Namun, bukan tidak ada solusinya!
Hampir semua orang pernah mengalami gairah kerjanya melorot. “Itu lumrah,” kata Jansen
Sinamo, ahli pengembangan sumber daya manusia dari Institut Darma Mahardika, Jakarta.
Meski lumrah, “impotensi” kerja harus diobati.
Cara terbaik untuk mengatasinya, menurut Jansen, dengan langsung membenahi pangkal masalahnya, yaitu motivasi kerja. Itulah akar yang membentuk etos kerja. Secara sistematis, Jansen memetakan motivasi kerja dalam konsep yang ia sebut sebagai “Delapan Etos Kerja Profesional”. Sejak 1999, ia aktif mengkampanyekan gagasan itu lewat berbagai pelatihan yang ia lakukan.
Etos pertama: kerja adalah rahmat.
Apa pun pekerjaan kita, entah pengusaha, pegawai kantor, sampai buruh kasar sekalipun, adalah rahmat dari ALLAH. Anugerah itu kita terima tanpa syarat, seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun. Bakat dan kecerdasan yang memungkinkan kita bekerja adalah anugerah. Dengan bekerja,

Sabtu, 22 Februari 2014

Ternyata Ayah itu MENAKJUBKAN.....!

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya,
menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada
siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil,
tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
Ayah selalu tepat janji!
Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun
ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain
dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil
mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil
(mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.
Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa
meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung
di atas air setelah ia melepaskanya.

Minggu, 30 Desember 2012

Peluang Bisnis Affiliate Emas


Bagaimana Uang Hasil Kerja Keras Anda Mempunyai nilai dan daya beli Yang Sama 10 Bahkan 20 Tahun Yang Akan Datang? Bagaimana Menghindari Perampok Yang Tidak Pernah Di Tangkap Polisi, Yakni Inflasi? Bagaimana Dengan MUDAH dan PASTI EMAS Membantu Perencanaan Keuangan Keluarga? Adalah Sebuah Kebodohan Bagi Kita Menyimpan Asset Dalam Bentuk Uang Dalam Waktu Yang Lama.

Oleh karena itu pertanyaan terpenting bagi kita saat ini adalah, bagaimana mengamankan nilai asset Anda yang diperoleh melalui keringat dan kerja keras Anda selama ini? Bagaimana Uang Anda mempunyai NILAI dan DAYA BELI yang sama 10 bahkan 20 tahun yang akan datang? Tidak peduli siapapun Anda saat ini (Karyawan, Profesional, Pengusaha maupun Ibu Rumah Tangga) dan berapapun penghasilan Anda saat ini.

Emas saat ini adalah alat untuk menjaga aset kekayaan kita, karena nilai mata uang kita tiap tahun selalu mengalami penurunan nilai. Agar kekayaan kita terjaga maka kita harus memiliki emas untuk menjaganya sebab emas dari dulu sampai sekarang nilainya sama. Dulu ketika zaman Rosul 1 Dinar sudah mendapatkan 1 kambing yang besar sekarang 1 dinar juga mendapatkan 1 kambing bahkan lebih besar.  Dengan Rupiah Tahun 80 kita bisa memperoleh SEPEDA MOTOR baru dengan uang 1juta, saat ini dengan uang yang sama kita hanya dapat membeli SEPEDA tanpa MOTOR.

Membanjirnya model Investasi ala "barat" di masyarakat kita saat ini, telah "melupakan" EMAS sebagai cara ber-investasi sederhana namun ampuh, yang merupakan cara orang-orang tua kita jaman dulu. Dan faktanya, model-model investasi ala barat itulah yang sekarang justru membuat kehancuran perekonomian mereka di negara-negara barat tersebut. KebunEMAS adalah warisan orang tua kita jaman dulu...

KebunEMAS telah berhasil mempopulerkan kembali EMAS (terutama EMAS Batangan) sebagai salah satu alternatif yang luar biasa untuk ber-investasi. Banyak masyarakat yang mulai sadar dan mengalihkan sebagian bahkan seluruh portfolio investasinya menjadi EMAS. Gara-gara Kebun EMAS! EMAS kini tidak sekedar alat penghias tubuh, EMAS kini jadi kebutuhan masyarakat Indonesia. Begitu polulernya EMAS pada saat ini, sampai-sampai ada beberapa pihak yang mulai merasa "terganggu". KebunEMAS dianggap mulai mengusik dan mengganggu kemapanan sistem KAPITALIS yang selama ini diyakini kebenarannya, padahal faktanya, sistem kapitalis terbukti hanya "menguntungkan" segelintir orang bermodal kuat.

Rabu, 12 Desember 2012

Peluang Bisnis lewat Affiliate


Di dunia bisnis apalagi bisnis di internet kita tentu sudah sudah tidak asing dengan istilah affilate atau reseler. Bisnis affiliate mempunyai berbagai kelebihan diantaranya adalah

1.    Tidak  perlu membuat produk
Kita tidak perlu membuat produk karena cukup mencari produk orang lain yang laku dijual dan memasarkannya.
2.    Tidak perlu stok barang
Kita tidak perlu menyetok barang karena barang berada di pemilik produk tersebut.
3.    Tidak perlu memproses pesanan
Semua pesanan dari para pelanggan juga langsung ditangani oleh suplier produk, jadi kita  tidak perlu repot menanganinya.
4.    Tidak perlu mengirim pesanan
Pekerjaan mengirim pesanan bisa menjadi pekerjaan yang sangat merepotkan, karena harus mengecek ketersediaan barang, lalu membungkusnya, menulis alamat, kemudian mengatur ekspedisi untuk mengirimkannya. Jika kita sebagai affiliate marketer, kita tidak perlu menangani semua proses itu.
5.    Tidak perlu customer support
Ini juga ditangani oleh pemilik produk, kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk melayanani pelanggan.
Kebun Emas 250 x 250